-

KETAHANAN PANGAN DESA

Persiapan Penanaman Jagung

KETAHANAN PANGAN DESA

Ayam Petelur Desa

BUDIDAYA IKAN NILA

ketahanan Pangan Sistem Bioflok.

BUDIDAYA SELADA

Ketahanan Pangan Sistem Hidroponik.

Jumat, 29 Mei 2026

Optimalisasi Daily Report Pendamping (DRP) sebagai Instrumen Penguatan Kinerja Pendamping Desa

Dalam rangka meningkatkan akuntabilitas, transparansi, dan efektivitas kerja pendampingan desa, Pendamping Desa terus melaksanakan pelaporan kegiatan harian melalui sistem Daily Report Pendamping (DRP). Laporan DRP terbaru ini menjadi gambaran nyata aktivitas pendampingan yang dilakukan di tingkat desa sebagai bagian dari upaya mendukung penyelenggaraan pembangunan desa yang partisipatif dan berkelanjutan.

DRP merupakan laporan harian yang berisi catatan seluruh aktivitas Pendamping Desa, mulai dari pendampingan perencanaan, pelaksanaan, hingga monitoring dan evaluasi kegiatan desa. Laporan ini mencakup pendampingan penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD), fasilitasi musyawarah desa, penguatan kelembagaan desa, pendampingan program ketahanan pangan, hingga pembinaan administrasi dan tata kelola pemerintahan desa.

Laporan DRP disusun dan dilaporkan oleh Pendamping Desa sebagai pelaksana pendampingan di lapangan. Kegiatan ini melibatkan Pemerintah Desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), lembaga kemasyarakatan desa, kelompok masyarakat, serta unsur kecamatan sesuai dengan kebutuhan dan agenda kegiatan desa.

Penyusunan DRP dilakukan setiap hari kerja sebagai laporan rutin dan berkelanjutan. DRP terbaru ini mencerminkan kegiatan pendampingan yang dilaksanakan pada periode terkini, menyesuaikan dengan agenda pembangunan desa dan tahapan pelaksanaan program yang sedang berjalan.

Seluruh kegiatan yang dilaporkan dalam DRP dilaksanakan di wilayah desa dampingan masing-masing, baik di kantor desa, balai pertemuan, lokasi kegiatan pembangunan fisik, maupun di lingkungan masyarakat penerima manfaat program desa.

Penyusunan DRP bertujuan untuk memastikan seluruh aktivitas pendampingan terdokumentasi dengan baik, terukur, dan dapat dipertanggung jawabkan. Selain itu, DRP menjadi instrumen penting dalam memantau progres kegiatan desa, mengidentifikasi permasalahan di lapangan, serta menjadi dasar evaluasi dan pengambilan kebijakan lanjutan oleh pemangku kepentingan.

Pendamping Desa mencatat setiap kegiatan secara sistematis melalui aplikasi atau media pelaporan DRP. Setiap laporan disusun secara ringkas, jelas, dan terstruktur, mencakup waktu kegiatan, lokasi, pihak yang terlibat, hasil yang dicapai, serta kendala dan rekomendasi tindak lanjut. Proses ini dilakukan secara cepat dan tertib agar informasi yang disampaikan tetap akurat dan aktual.

Melalui pelaporan DRP terbaru ini, diharapkan kinerja Pendamping Desa semakin profesional, terukur, dan berdampak langsung pada peningkatan kualitas tata kelola desa. DRP tidak hanya menjadi alat pelaporan administratif, tetapi juga menjadi sarana refleksi dan evaluasi berkelanjutan demi terwujudnya desa yang maju, mandiri, dan sejahtera

Sabtu, 23 Mei 2026

Penyaluran BLT Dana Desa Triwulan ke 2

Pemerintah Desa Koroha telah melaksanakan kegiatan Penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) Triwulan Kedua Tahun Anggaran 2026 Sebanyak 10 Keluarga Pemanfaat sebagai bentuk komitmen pemerintah desa dalam mendukung pemulihan ekonomi dan perlindungan sosial bagi masyarakat kurang mampu. Kegiatan ini dilaksanakan di Balai Desa Koroha dan berlangsung dengan tertib, transparan, serta sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Kegiatan penyaluran BLT DD ini dihadiri oleh berbagai unsur penting desa dan kecamatan sebagai bentuk pengawasan dan pendampingan. Hadir dalam kegiatan tersebut Pendamping Desa, Hendrik John, S.Sos, Sekretaris Camat Kodeoha Darwan, SE, Kepala Desa Koroha Aldi Nugraha, ST, Ketua BPD Anjas Asmara, perangkat desa, serta keluarga penerima manfaat (KPM) BLT DD. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menunjukkan sinergi yang kuat antara pemerintah desa, kecamatan, dan pendamping desa dalam memastikan program berjalan tepat sasaran.


Penyaluran BLT DD Triwulan Kedua ini ditujukan kepada keluarga penerima manfaat yang telah ditetapkan melalui musyawarah desa dan verifikasi data sebelumnya. Bantuan diberikan secara langsung kepada KPM dengan harapan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, terutama di tengah kondisi ekonomi yang masih memerlukan perhatian khusus. Proses penyaluran dilakukan secara terbuka dan disertai dengan pencatatan administrasi yang akurat untuk menjamin akuntabilitas.

Dalam kesempatan yang sama, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) terkait pergantian keluarga penerima manfaat BLT DD. Pergantian KPM dilakukan karena salah satu penerima manfaat sebelumnya telah meninggal dunia. Musdesus ini dilaksanakan sebagai bentuk kepatuhan terhadap prinsip keadilan dan transparansi, sehingga bantuan tetap dapat disalurkan kepada warga yang benar-benar membutuhkan dan memenuhi kriteria sebagai penerima BLT DD.

Musyawarah Desa Khusus dipimpin oleh Ketua BPD bersama Kepala Desa dan dihadiri oleh unsur pemerintah desa, pendamping desa, serta tokoh masyarakat. Dalam musyawarah tersebut, peserta menyepakati calon pengganti KPM berdasarkan hasil pendataan dan kesepakatan bersama. Keputusan yang diambil merupakan hasil musyawarah mufakat dan dituangkan dalam berita acara sebagai dasar hukum pergantian KPM.

Pendamping Desa, Hendrik John, S.Sos, dalam arahannya menyampaikan pentingnya menjaga validitas data penerima bantuan serta mengedepankan prinsip transparansi dan partisipasi masyarakat. Sementara itu, Sekcam Kodeoha Darwan, S.Sos, mengapresiasi pemerintah desa atas pelaksanaan kegiatan yang tertib dan sesuai prosedur, serta berharap bantuan yang disalurkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Melalui kegiatan penyaluran BLT DD Triwulan Kedua yang dirangkaikan dengan Musdesus ini, Pemerintah Desa Koroha menegaskan komitmennya dalam menjalankan program Dana Desa secara akuntabel, responsif, dan berkeadilan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

 

Minggu, 03 Mei 2026

Pendamping Desa sebagai Agen Perubahan melalui Dokumentasi dan Media Sosial

Pendamping Desa memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan desa, khususnya melalui viralisasi informasi dan perubahan citra desa ke arah yang lebih positif. yang dilakukan mengemas dan menyebarluaskan cerita pembangunan desa agar diketahui luas oleh masyarakat.yang berperan utama adalah Pendamping Desa bersama Pemerintah Desa dan masyarakat. Kegiatan ini dilakukan di wilayah desa dampingan, dengan memanfaatkan ruang digital sebagai media utama.

Dalam pelaksanaannya, Pendamping Desa bertindak sebagai penghubung antara program pembangunan dan masyarakat.kegiatan viralisasi dilakukan secara berkelanjutan, seiring dengan berlangsungnya program dan kegiatan desa. Hal ini penting agar setiap proses pembangunan tidak hanya berjalan, tetapi juga terdokumentasi dan diketahui publik.

Viralisasi dan perubahan citra desa perlu dilakukan untuk membangun kesadaran masyarakat serta meningkatkan partisipasi warga dalam pembangunan. Desa yang sebelumnya dipandang pasif atau tertinggal dapat menunjukkan potensi, inovasi, dan keberhasilannya melalui narasi positif yang konsisten dan inspiratif.

Pendamping Desa berperan sebagai kurator informasi dengan memilih cerita nyata dari lapangan. yang diangkat adalah praktik baik, keberhasilan program, dan partisipasi masyarakat. Cerita tersebut berasal dari kegiatan sehari-hari warga desa, sehingga pesan yang disampaikan bersifat autentik dan mudah diterima.

Dalam prosesnya, Pendamping Desa bekerja dengan melakukan dokumentasi berupa foto, video, dan testimoni warga.kegiatan ini biasanya berlangsung, seperti di balai desa, lahan pertanian, lokasi usaha BUMDes, maupun kegiatan gotong royong masyarakat.

Selanjutnya, Pendamping Desa mengemas informasi tersebut menjadi konten yang menarik dan mudah dipahami. Sasaran dari konten ini adalah masyarakat desa, pemangku kepentingan, dan publik luas. Konten disebarkan melalui media sosial seperti WhatsApp, Facebook, Instagram, dan platform digital lainnya.Konten dipublikasikan disesuaikan dengan momentum kegiatan desa agar pesan yang disampaikan relevan dan berdampak. Dengan konsistensi publikasi, desa perlahan membangun citra baru sebagai desa yang aktif, berkembang, dan inovatif.

Perubahan citra desa terlihat dari meningkatnya respons dan keterlibatan masyarakat.yang berubah bukan hanya tampilan desa di media sosial, tetapi juga pola pikir warga. hal ini penting adalah karena citra positif dapat menumbuhkan rasa bangga dan kepemilikan masyarakat terhadap desanya.

Pendamping Desa juga berperan sebagai agen perubahan sosial. perubahan ini terjadi melalui narasi yang menonjolkan kolaborasi, keberhasilan lokal, dan dampak nyata pembangunan. Cerita-cerita tersebut mendorong masyarakat untuk lebih aktif berpartisipasi dalam kegiatan desa.

Dengan demikian, tugas Pendamping Desa dalam viralisasi dan perubahan citra desa merupakan proses strategis dan berkelanjutan.yang terlibat adalah Pendamping Desa, Pemerintah Desa, dan masyarakat. tujuannya adalah mewujudkan desa yang maju, mandiri, dan berdaya saing. Melalui cara yang tepat, cerita desa disampaikan, maka perubahan besar dapat dimulai dari kisah-kisah kecil yang nyata di desa.

Oleh. Deputi Kec. Kodeoha

Sabtu, 25 April 2026

Rapat Koordinasi Tingkat Kabupaten Bersama TPP Se-Kabupaten Kolaka Utara

Rapat Koordinasi Tingkat Kabupaten bersama Tim Pendamping Profesional (TPP) se-Kabupaten Kolaka Utara.Kegiatan ini dihadiri oleh Koordinator Provinsi, Koordinator Kabupaten, serta seluruh Tim Pendamping Profesional (TPP) Se-Kabupaten Kolaka Utara.

Rapat koordinasi dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 21 April 2026 sesuai agenda yang telah ditetapkan oleh Tim Pendamping Profesional Kabupaten Kolaka Utara.

Kegiatan dilaksanakan di Kabupaten Kolaka Utara, bertempat di lokasi rapat yakni Cafe Miken yang telah ditentukan.Rapat koordinasi ini dilaksanakan sebagai upaya untuk meningkatkan sinergi, evaluasi, dan penyamaan persepsi dalam pelaksanaan tugas pendampingan desa, khususnya terkait progres perencanaan dan realisasi kegiatan pembangunan desa di lapangan.

Rapat dilaksanakan melalui pemaparan dan diskusi bersama yang membahas beberapa agenda utama, antara lain:

  1. Progres pembuatan akun Blogspot Desa Se-Kabupaten Kolaka Utara sebagai media publikasi dan transparansi informasi Desa.
  2. Progres penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) sesuai ketentuan yang berlaku.
  3. Penguatan peran Kader Pembangunan Manusia (KPM) berbasis aplikasi Elektronik Human Development Worker (EHDW) dalam mendukung percepatan penurunan stunting.
  4. Pemeringkatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai upaya peningkatan kinerja, tata kelola, dan kemandirian ekonomi desa.

Melalui rapat koordinasi ini diharapkan terwujud peningkatan efektivitas pendampingan Desa serta percepatan capaian program pembangunan Desa di Kabupaten Kolaka Utara.

 

Jumat, 24 April 2026

On The Job Training Pembuatan Blogspot Desa Se-Kecamatan Kodeoha Tingkatkan Kapasitas Operator Desa

Dalam upaya meningkatkan kualitas tata kelola informasi dan transparansi pemerintahan desa, dilaksanakan kegiatan On The Job Training (OJT) Pembuatan Blogspot Desa yang diikuti oleh seluruh Desa se-Kecamatan Kodeoha. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam mendukung digitalisasi desa dan optimalisasi penyebaran informasi kepada masyarakat.

Kegiatan On The Job Training (OJT) Pembuatan Blogspot Desa, yaitu pelatihan praktik langsung pembuatan dan pengelolaan website Blogspot desa sebagai media informasi resmi desa.Kegiatan ini dihadiri oleh Camat Kodeoha, Tenaga Ahli Kabupaten, Pendamping Desa, Pemerintah Desa, serta Operator Desa se-Kecamatan Kodeoha sebagai peserta utama pelatihan.

OJT Pembuatan Blogspot Desa dilaksanakan pada tahun berjalan, sesuai dengan agenda peningkatan kapasitas aparatur desa di Kecamatan Kodeoha.Kegiatan berlangsung di wilayah Kecamatan Kodeoha, bertempat di aula pertemuan kantor Kecamatan yang telah disiapkan sebagai lokasi pelatihan.

Pelatihan ini dilaksanakan untuk:

  • Meningkatkan kapasitas operator desa dalam pengelolaan informasi digital
  • Mendorong transparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan desa
  • Menyediakan media informasi resmi desa yang mudah diakses masyarakat
  • Mendukung implementasi desa digital

Pelaksanaan OJT dilakukan secara praktik langsung (hands-on), di mana peserta dibimbing mulai dari pembuatan akun Blogspot, pengaturan tampilan, penulisan berita desa, hingga pengunggahan dokumentasi kegiatan. Tenaga Ahli Kabupaten dan Pendamping Desa memberikan pendampingan teknis secara langsung, sementara Camat Kodeoha memberikan arahan dan motivasi agar blog desa dapat dikelola secara aktif dan berkelanjutan.

Melalui kegiatan On The Job Training Pembuatan Blogspot Desa ini, diharapkan seluruh desa di Kecamatan Kodeoha mampu memiliki dan mengelola media informasi desa yang profesional, aktif, dan bermanfaat bagi masyarakat luas

BUMDes Desa Meeto Kembangkan Budidaya Ikan Nila Sistem Bioflok untuk Ketahanan Pangan

Dalam rangka memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan perekonomian masyarakat, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Meeto melaksanakan program budidaya ikan nila dengan sistem bioflok. Program ini menjadi salah satu inovasi unggulan desa dalam pemanfaatan Dana Desa yang berorientasi pada usaha produktif dan berkelanjutan.

Program Budidaya Ikan Nila Sistem Bioflok, yaitu metode pemeliharaan ikan menggunakan kolam bundar dengan pengelolaan mikroorganisme (bioflok) untuk meningkatkan kualitas air dan pertumbuhan ikan.

Program ini dilaksanakan oleh BUMDes Desa Meeto, didukung penuh oleh Kepala Desa Meeto, Harmayana, serta mendapat pendampingan dari Pendamping Desa Hendrik John dan Halpit dalam aspek teknis dan manajemen usaha.

Kegiatan budidaya ikan nila sistem bioplok mulai dilaksanakan pada tahun anggaran 2025 dan berjalan hingga saat ini sebagai bagian dari realisasi Program Ketahanan Pangan Desa.Lokasi kegiatan berada di area budidaya BUMDes Desa Meeto, yang telah disiapkan khusus dengan pembangunan kolam bioFlok dan sarana pendukung lainnya.

Program ini dilaksanakan untuk:

  • Meningkatkan ketahanan pangan desa
  • Mengoptimalkan pemanfaatan Dana Desa
  • Menciptakan sumber pendapatan baru bagi BUMDes
  • Membuka peluang usaha dan lapangan kerja bagi masyarakat desa
  • Menyediakan protein hewani yang terjangkau bagi warga

Pelaksanaan program dimulai dari pembangunan kolam bioFlok, pengisian air dan probiotik, penebaran benih ikan nila, hingga pengelolaan pakan dan kualitas air secara rutin. Kepala Desa bersama Pendamping Desa secara aktif melakukan monitoring, evaluasi, dan pendampingan teknis, guna memastikan program berjalan sesuai perencanaan dan menghasilkan panen yang optimal.

Kepala Desa Meeto, Harmayana, menyampaikan bahwa program budidaya ikan nila sistem bioFlok ini diharapkan mampu menjadi contoh pengelolaan usaha desa yang modern dan berkelanjutan. Sementara itu, Pendamping Desa Hendrik John dan Halpit menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi BUMDes agar program ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Melalui program ini, Desa Meeto optimis dapat mewujudkan desa yang mandiri, produktif, dan tangguh dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan ke depan

 

Program Ketahanan Pangan BUMDes Desa Kalu Kaluku Kembangkan Usaha Ayam Petelur

Desa Kalu Kaluku terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat perekonomian desa melalui Program Ketahanan Pangan yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Salah satu program unggulan yang saat ini dijalankan adalah pengembangan usaha ayam petelur, yang diharapkan mampu meningkatkan pendapatan desa sekaligus kesejahteraan masyarakat.

Program Ketahanan Pangan berupa budidaya ayam petelur yang dikelola oleh BUMDes Desa Kalu Kaluku sebagai upaya menciptakan kemandirian pangan dan sumber pendapatan berkelanjutan bagi Desa.Program ini dilaksanakan oleh BUMDes Desa Kalu Kaluku, dengan dukungan langsung dari Kepala Desa Kalu Kaluku, Ahmad Randi, SE.

Program ayam petelur ini mulai dilaksanakan pada tahun anggaran 2025 berjalan hingga saat ini sebagai bagian dari realisasi Dana Desa untuk ketahanan pangan.Kegiatan budidaya ayam petelur berlokasi di kandang khusus milik BUMDes Desa Kalu Kaluku, yang telah dibangun dan disiapkan sesuai standar pemeliharaan ternak ayam petelur.

Program ini dijalankan sebagai solusi strategis untuk:

  • Meningkatkan ketahanan pangan desa
  • Menciptakan lapangan kerja lokal
  • Menambah Pendapatan Asli Desa (PADes)
  • Mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap pasokan telur dari luar desa

Pelaksanaan program dilakukan secara bertahap, mulai dari pembangunan kandang, pengadaan ayam petelur, penyediaan pakan dan sarana pendukung, hingga sistem pemeliharaan dan pemasaran hasil telur. Kepala Desa bersama Pendamping Desa secara aktif melakukan monitoring dan evaluasi agar usaha berjalan efektif, transparan, dan berkelanjutan.

Kepala Desa Kalu Kaluku, Ahmad Randi, SE, menyampaikan harapannya agar program ini dapat menjadi contoh pengelolaan usaha desa yang produktif dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Sementara itu, Pendamping Desa turut memastikan bahwa program berjalan sesuai regulasi dan prinsip pemberdayaan masyarakat desa.

Dengan adanya program ayam petelur ini, Desa Kalu Kaluku optimis mampu mewujudkan desa yang mandiri secara ekonomi dan tangguh dalam ketahanan pangan.

Program Hidroponik DCT Desa Koroha Perkuat Ketahanan Pangan Masyarakat


Desa Koroha kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan melalui pelaksanaan program hidroponik DCT yang melibatkan berbagai unsur masyarakat dan pemerintah desa.

Kegiatan ini merupakan pengembangan program ketahanan pangan berbasis hidroponik yang digagas oleh komunitas Darah tani bersama BUMDes Bakka Koroha. Program ini bertujuan untuk meningkatkan ketersediaan pangan sehat sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat desa.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala Desa Koroha, Aldi Nugraha,ST didampingi oleh pendamping Desa Kecamatan Hendrik John, S.Sos dan Halpit, SE. M.Si Serta penyuluh pertanian Desa. Turut hadir pula aparat Desa, perwakilan masyarakat, serta kelompok tani yang terlibat aktif dalam pengelolaan hidroponik.

Pelaksanaan kegiatan berlangsung pada tahun 2025 kemariung Hingga Saat Ini, bertepatan dengan agenda penguatan program ketahanan pangan desa yang menjadi prioritas pembangunan.

Kegiatan ini dilaksanakan di lokasi instalasi hidroponik Desa Koroha, yang telah dikembangkan sebagai pusat edukasi dan produksi pertanian modern berbasis teknologi sederhana.Program ini dilatar belakangi oleh kebutuhan masyarakat akan sumber pangan yang sehat, berkelanjutan, dan mudah diakses. Selain itu, hidroponik dipilih karena efisien dalam penggunaan lahan dan air, sehingga sangat cocok diterapkan di lingkungan desa.

Dalam pelaksanaannya, para peserta mendapatkan pendampingan langsung dari penyuluh pertanian desa mengenai teknik budidaya hidroponik, mulai dari penyemaian hingga panen. Kepala Desa Aldi Nugraha menyampaikan dukungannya agar program ini terus berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kegiatan juga ditandai dengan panen perdana hasil tanaman hidroponik yang menunjukkan hasil positif.

Melalui program ini, diharapkan Desa Koroha mampu menjadi contoh desa mandiri pangan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui inovasi pertanian modern.